Dengarlah nyanyian sunyiku
Suara risau bait resahku
Duka-luka padaku
Meredupkan cahaya terang pagi
Kesepian datang mengirisku pilu
Kerinduan itu......
Bagai gelap malam hari
Merangsek masuk membunuh warasku
Menyalakan gelisah, sedih, dan sunyiku
Membutakan mata sehat akalku
Seandainya cinta-MU
Serupa lilin-lilin yang menyala memerangi
gelap,
Seperti air memadamkan kobaran amarah,
Sebagaimana rahim ibu: merawat kehidupan,
meneguhkan yang lemah dan rapuh.
"Tidak perlu lagi kau senandungkan aku
melodi-melodi gelisahmu itu."
Begitu katamu suatu senja.
Kau sengaja membiarkanku jatuh ke dalam
lumpur-lumpur kepedihan.
Bermain bersama debur ombak kepahitan.
Biarlah,
Kutenggelamkan semua rasa ini
Menikmati indahmu dari kejauhan.
Kukepalkan impian
Pekik dan derap langkah menghalau kerisauan
Aku pasti tak akan bercerita pada tembok gereja
ini.
Palangka Raya, 25 Januari 2020
Tinue Laut
