Tak berapa lama hujan turun kembali
Membasahi setiap harapan yang sudah
mengering
Menenangkan hati yang semakin gelisah
Hidup di tengah kemarau akhlak
Rasa kemanusiaan telah berlumut
Lihat
Lihatlah
Lihatlah ke dalam setiap hati
Lihatlah Dewi Ibu Pertiwi
Tanah luhur, tanah Dayak, tanah para
pemberani
Dibakar habis, dilahap api nafsu bara
membara
Demi materi dan kuasa
Lihat
Lihatlah
Lihatlah ke dalam setiap hati
Lihatlah Sang Putra Asang
Putra-putri-Nya
Menangis
Meronta
Pergi
Lapar
Dan mati
Di tanah leluhur tumpah darahnya
sendiri
Hidup hanya menunggu mati
Sekali berarti kemudian kalah tak
bermakna
Hidup hanya menunggu mati
Tuhanpun kini berlalu pergi
0 komentar:
Posting Komentar