Telah ditetapkan bagiku suatu tempat jauh diantara bumi dan langit. Tempat dimana segala yang jahat menerima hukuman. Bukankah dia yang...

Campakkan Cintamu Selain Pada-Nya

Telah ditetapkan bagiku suatu tempat jauh diantara bumi dan langit. Tempat dimana segala yang jahat menerima hukuman.

Bukankah dia yang maha kuasa, maha perkasa dan maha besar yang menciptakan semuanya? Bagaimana mungkin kemudian segala yang jahat dituduhkan berakar daripadaku? Lantas darimanakah aku mendapatkan kuasa atas segala yang jahat kalau bukan dari dia yang segala sumber permulaan? Apakah kau menyangsikan kemaha besaran kekasihku dan junjunganku itu?

Sungguh pilu hatiku. Sesak rasanya ombak hitam yang mendeburi jiwaku. Ku tinggalkan kekasihku hanya untuk menyenangkannya: agar dia tau manakah diantara ciptaannya yang mengingkari nikmatnya dan mendustakan bait sucinya.

Sungguh pilu hatiku, hai engkau yang maha mulia. Berpisah darimu kekasih hatiku kerena hukuman atas dosa yang ku lakukan demi taat kepada perintahmu bukan atas kehendakku. Dunia ini seakan tak sanggup menanggung bobot kepedihan hatiku. Hatiku telah menjadi abu terbakar oleh api kepedihan. Tidakkah barang setetes aku berhak atas manisnya air sucimu?


**
Di taman cintanya,
Ia menabur benih kepedihan.
Merawatnya dengan garam dan air asin
Demi mencintai yang esa ini.
Dengan cinta yang dapat dia terima,
Kosongkan benakmu dari selainnya
Campakkan cintamu pada selainnya
Lalu cinta-diri, lalu semua harapan,
Semua mimpi.
Terakhir campakkan pula cintamu padanya.
Karena dalam kehadirannya,
Tak pernah ada ruang tersisa bagimu.


** Diambil dari Novel Iblis Menggugat Tuhan Karya Ibn Shawni

0 komentar: