Tak berapa lama hujan turun kembali
Membasahi setiap harapan yang telah mengering
Menenangkan hati yang semakin gelisah
Hidup di tengah kemarau akhlak
Rasa kemanusiaan telah berlumut
Lihat.....!!
Lihatlah............!!
Lihatlah ke dalam setiap hati
Lihatlah Dewi Ibu Pertiwi
Tanah luhur, tanah Dayak, tanah para pemberani
Dibakar habis, dilahap api nafsu bara membara
Demi materi dan kuasa
Lihat.......!
Lihatlah...........!
Lihatlah ke dalam setiap hati
Lihatlah Sang Putra Asang
Putra-putri-Nya
Menangis
Meronta
Pergi
Lapar
Dan mati
Di tanah leluhur tumpah darahnya sendiri
Hidup hanya menunggu mati
Sekali berarti kemudian kalah tak bermakna
Hidup hanya menunggu mati
Tuhanpun kini meninggalkan kita, pergi!
Jakarta, tanggal tidak tercatat
Tinue Laut
