Seberapa besar kah IQ mu? Coba tes IQ mu sekarang disini http://memorado.eu/iqtest Tulis hasil tes mu di kolom komentar yaa... Selamat...
SEBERAPA CERDASKAH KAMU? TES IQ MU SEKARANG!
Tulis hasil tes mu di kolom komentar yaa...
Selamat mencoba....
Aplikasi Kinemaster terbaru download gratis di link berikut https://bit.ly/kinemasterProV413 Selamat mencoba aplikasi editing vid...
DOWNLOAD KINEMASTER PRO V 4.13 GRATIS
CATATAN:
PASSWORD SILAKAN DILIHAT DI CHANNEL YOUTUBE: TINUE LAUT
Tak berapa lama hujan turun kembali Membasahi setiap harapan yang telah mengering Menenangkan hati yang semakin gelisah Hidup di ...
LIHATLAH..!!!
Jakarta, tanggal tidak tercatat
Tinue Laut
Dengarlah nyanyian sunyiku Suara risau bait resahku Duka-luka padaku Meredupkan cahaya terang pagi Kesepian datang mengirisku pi...
SUARA-SUARA
Ranting-ranting yang patah Dan harapan-harapan Yang lelah,.... Hilang, Lalu mati. Dari mana dan kemana kita kan berlari? O...
HARAPAN-HARAPAN
Dalam ruang gelap.... "Ada Tuan, sang Penguasa?" Menari di bahunya, Jerami. "Siapakah aku, wahai Engkau yang maha meng...
DIA YANG PERGI
"Ada Tuan, sang Penguasa?"
Menari di bahunya, Jerami.
"Siapakah aku, wahai Engkau yang maha mengetahui? Mengapa Engkau menimpakan hina itu ke mukaku, hai kekasih hatiku?
Dalam ruang gelap, kosong!!
Campakkan cintamu pada selainnya
Kosongkan hatimu sebagai tempat pada selainnya.
untuk Dia maha kasih..
kepadanya, sang maha cinta
Dia yang berada di segela ruang
Meninggalkan kita sendirian
Membiarkan kita membasuh luka-luka perih ini sendirian
Pada apakah hatiku tertambat selain luka dan air mata?
Selain mati dan kecewa dan mengering dan sengsara.
Karena Dosa? Dia pergi dan tidak kembali.
Seharusnya kau tak perlu mengutukiku, tuan.
Menimpakan butir-butir kehinaan itu di mukaku.
Menjadikan aku segala sebab kerusakan moral manusia, makhluk yang tak pernah kukehendaki kau jadikan.
Ku pejamkan mata Menerawang mimpi-mimpi indah... Membawa angan-anganku naik keatas... Memaksaku untuk meraihnya... Hidup tidak ...
MENGALIRLAH
Lili Bellelove
Ku termenung sendiri... Duduk terdiam lemah terpaku... Kuratapi tapi tidak ada air mata... Inginku berteriak...! Meronta....! ...
KAU HILANG
Lili Bellelove
"Mendekatkan si kecil dengan kampung bapaknya" sebenarnya hanya alasan. Atau dalih yang saya sampaikan ke istri untuk "m...
YANG LAMA YANG BERKESAN
Tak berapa lama hujan turun kembali Membasahi setiap harapan yang sudah mengering Menenangkan hati yang semakin gelisah Hidup di ten...
LIHATLAH
SOP DAGING MENURUT sebuah sumber yang tidak bisa dipercaya, kenikmatan sebuah kuah baik bakso, soto atau sop berasal dari bumbu atau ...
SOP DAGING
Telah ditetapkan bagiku suatu tempat jauh diantara bumi dan langit. Tempat dimana segala yang jahat menerima hukuman. Bukankah dia yang...
Campakkan Cintamu Selain Pada-Nya
** Diambil dari Novel Iblis Menggugat Tuhan Karya Ibn Shawni
Suara-suara itu menghilang. Kalah dengan pikirannya, yang entah kenapa, lebih ribut lagi membayangkan sesuatu yang akan ditemuinya nanti. ...
APA HAKKU MENILAI TUHAN
As the pains growing up Seandainya saja, Mir, hanya ada orang baik belaka yang akan membantumu menanam sayur, yang akan mengajarimu mema...
HOPELESS HOPES
Mir?
Kemarin juga tidak ada. Nanti juga tidak ada. Besok juga tidak ada. Yang ada hanya sekarang. Sekarang? Dan ada Aku yang sekarang, bukan Aku yang nanti. Tapi Aku yang kemaren bagaimana, Mir? Aku yang kemaren lah yang menyakiti Aku yang sekarang. Bukan. Bukan! Tapi kamu, Mir. Kamu! Kamulah orang yang meninggalkanku. Dengan pikiran ini. Dengan khayal ini. Dengan sakit ini. Dengan tembok ini. Dengan waktu ini. Dengan iman ini. Dengan kata-kata ini.
Kata-kata ini hantu, Mir. Dia terus saja ada. Menghantuiku. Kata-kata tidak pernah habis. Entah siapa yang memproduksinya dalam otakku ini. Ia selalu ada. Dia berteriak. Mendesakku. Meminta segera dikeluarkan. Pernah aku membentaknya, Dia melawan dan melukaiku. Kadang Aku berpikir akan lebih baik seandainya Kata tidak pernah ada. Tidak ada bahasa. Tidak ada lidah. Tidak ada suara. "Tanpa suara kisah percintaan ini tidak akan menggairahkan, Di." Begitu katamu, Mir. Kau pernah mengucapkan itu. Ada apa denganmu, Mir? Seandainya tidak ada Firman, kata-katamu, Mir, Aku pasti akan lebih baik. Aku pasti tidak akan berbicara dengan tembok-tembok ini.









2 komentar:
Posting Komentar